Road to Madinah #6, Berkumpul di Jakarta

February 10, 2012 § Leave a comment

Gonjang-ganjing keberangkatan ke Madinah yang tak kunjung usai akhirnya reda. Sebuah pesan singkat dari Ust. Abdullah Baharmus mengharuskan kita semua untuk sudah stand by di Jakarta secepatnya. Walau menurut ane sedikit maksa tapi tak apalah, lagian lebih cepat lebih baik ^^

Pilihan ane buat tinggal sementara akhirnya jatuh pada sebuah kos deket rumah temen di daerah Kalibata. Lumayan strategis, karena semua modus transportasi seperti taksi, KRL, angkot dan busway gampang dijangkau dari situ. Lagian kalo harus numpang ikhwah Lipia gak enak lah, takut ganggu belajar mereka … tar malah dikira parasit lagi hehehe.

Di Hotel Gren Alia, Cikini

Lanjuut… setelah melalui proses yang njelimet akhirnya visa keluar. Ust. Baharmus segera menetapkan tempat kumpul buat pengarahan keberangkatan. Hotel Gren Alia di kawasan Cikini pun mendapat kehormatan buat menghelat even tadi *lebaay*, waktunya dari jam 9 pagi sampai 4 sore.

Kawan-kawan yang selama ini hanya bisa ngobrol via grup FB akhirnya bisa bertatap muka. Agak canggung juga sih pada awalnya, namun insyaAllah nantinya bakal akrab dewe. Sajian breakfast ala hotel menambah keceriaan kita di pagi itu, namun kita harus menyetop sementara obrolan kita karena panitia udah minta agar acara segera dimulai.

Mukaddimah dan Sambutan

Lantunan ayat suci yang dibaca oleh Akh Arif Maulana membuat suasana khidmat, acara dilanjutkan dengan sambutan (yang lebih tepat disebut ‘arahan‘) dari Ust. Baharmus. Poin-poin yang bisa diambil adalah :

  • Keterima di Madinah adalah sebuah nikmat sekaligus sebuah amanah.
  • Fokuslah untuk belajar dan jangan terbuai dengan kemapanan hidup di sana
  • Hormati peraturan baik dari Jaamiah atau Pemerintah Arab Saudi, kenali juga adat istiadat disana
  • Jangan bermain politik dan berkelompok-kelompok, jadilah pemersatu umat

Pada akhirnya sepatah kata dari Pak Dubes Musthofa Ibrohim dan Wakilnya, Pak Abdul Aziz Dawud mengakhiri sesi mukaddimah ini. Beliau berdua juga minta pamit karena tak bisa menemani kita sampai akhir acara.

Ust Baharmus dan Jam’iyyah Ar Rahmah

Sesi ini diawali dengan riwayat singkat Ust. Baharmus (57th), lalu yayasan beliau yang selain kerjaannya membangun masjid dan sekolah, juga telah membantu keberangkatan mahasiswa yang diterima di Universitas Islam Madinah sejak 25 tahun yang lalu.

Di sini ane baru nyadar bahwa kita sangat amat dibantu sekali ama beliau. Bayangkan jika harus bergelut dengan ruwetnya birokrasi ibukota yang udah menggila! Belum biaya transport dan penginapan selama itu, belum lagi kalo kena calo dan sebagainya so ana ucapkan Jazaakallah khairan katsiiran yaa Ustaadz!

Kok Visa Bisa Telat?

Selanjutnya Ust. Baharmus juga menjelaskan kenapa proses pengurusan visa bisa terlambat sedemikian rupa. Mulai dari isy’ar qobul -yang walaupun sudah gak pake cara tradisional lagi- masih juga telat, pergantian pengurus Konsulat Saudi yang belum paham tetek bengek proses keberngakatan mahasiswa. Belum lagi surat kesehatan yang ternyata sudah habis masa berlakunya.

Yang ane tangkap, Ust. Baharmus tak segan-segan merogoh kocek beliau sendiri buat mastiin bahwa semuanya bakal berjalan lancar. MasyaAllah!

Tetek Bengek Seputar Keberangkatan

Nah, ini dia yang kita tunggu-tunggu! Penjelasan dari beliau kurang lebih sebagai berikut :

  • Tempat kumpul kita di Bandara Soetta adalah di terminal 2 D, lantai atas (yang untuk keberangkatan)
  • Pastikan dokumen asli Anda berada pada tas gendong, karena koper bisa saja hilang dan akan ruwet jika berkas asli Anda hilang.
  • Paspor harus selalu ada di tangan Anda, lebih baik taruh di saku jaket/celana yang aman dan ada resletingnya.
  • Di Bandara nanti, jangan terima barang titipan apapun dari orang yang tak Anda kenal.
  • Ketika berangkat, mintalah Kartu Imigrasi (Boarding Card) kepada pihak penerbangan, isilah dan simpan baik-baik hingga sekembalinya Anda ke tanah air.
  • Jika masuk Saudi dan ditanya jenis Imigrasi apa yang Anda inginkan, mintalah jenis Iqomah dan bukan yang jenis Umroh.
  • Copy dokumen asli sebanyak 4 buah, yang satunya kirim ke rumah sebagai back up.

Kalau Udah Sampai di Madinah?

Nah jika udah sampai di Madinah, Ust. Baharmus menjelaskan sedikit gamabaran hal-hala pertama yang harus kita lakukan.

  • Kita akan dijemput mandub (semacam Organisasi Mahasiswa) yang akan menyambut dan memberi sedikit pengarahan seputar Jaami’ah.
  • Kita harus segera ke Imaadah Qobul (Seksi Penerimaan Siswa) buat daftar ulang. Nanti kita akan diinterview soal fakultas apa yanga akan dipilih, dan apakah kita layak ke sana.
  • Kita juga akan dicek secara medical sekali lagi, jadi jagalah kesehatan baik-baik

Yaah, semoga saja urusan kita selalu dimudahkan Allah, Amien

Pengembalian Dokumen Asli

Diselingi sholat dan santapan siang yang menggugah selera, akhirnya acara dilanjutkan dengan pembagian dokumen asli kepada masing-masing pemiliknya. Namun khusus untuk paspor hanya diperlihatkan visa nya saja, supaya lebih aman kita sepakat untuk dikumpulkan aja dan diambil lagi pas ketemu di bandara.

Tak lupa beliau juga menjelaskan bahwa tiket keberangkatan kita harus dibooking langsung dari Pihak Jaami’ah, beliau gak punya kuasa soal itu jadi perbanyaklah doa aja deh.

Di akhir acara, beliau juga memperkenalkan sisitem koordinasi yang melibatakan 5 ketua kelompok, setiap 25 anak ada 1 orang yang akan mengkoordinasi dan mengupdate kabar terakhir dari beliau. Hmm mantap juga nih idenya! Udah gak sabaran!

Tagged: ,

Bijaklah Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Road to Madinah #6, Berkumpul di Jakarta at ahmaDezaky .

meta

%d bloggers like this: